Artikel Desain Komunikasi Visual





Kreativitas itu Jalan-Jalan

By : Mardiana Nurrohmah
       17107030109



Pada hari selasa, 12 Mei 2020 mata kuliah Desain Komunikasi Visual dialihkan menggunakan Live Instagram. Pada Live Instagram tersebut membahas mengenai Brand yang diisi oleh Dr. Rama Kertamukti, M.Sn bersama Anggiat hutagalung sebgai narasumbernya. Judul pada Live Instagram tersebut adalah “Kreativitas itu Jalan-Jalan” yang dimulai pada pukul 16.15-17.00 WIB sembari menunggu buka puasa.
Dr. Rama Kertamukti, M.Sn  memiliki profesi sebagai Dosen UIN Sunan Kalijaga, Dosen STIKOM AKINDO. Authors: copywriter, pencetus ide, strategi kratif periklanan, komunikasi visual periklanan. Semnetara itu Anggiat Hutagalung adalah Ex-Brand & Creative Manager Air Asia, Ex-Sr Brand Manager Citilink, Ex-Brand Manaer Blibli.com, dan saat ini menjadi Founder Hang On Man! Brand & Creative Boutique. Alasan Anggiat keluar dari perusahaan besar dan memilih mendirikan agensi sendiri karena lebih ke explore ke hal-hal baru, menangani banyak brand. Kalau kerja di peusahaankan hanya menangani dan okus pada satu brand saja tetapi kalau mempunyai agensi sendiri nantinya banyak brand yang ditangani.
Lanjut ke materi yang dibahas saat Live Instagramnya… Materi yang dibahas yaitu mengenai Brand. Brand sendiri adalah kumpulan inspirasi-inspirasi dari diri kita atau konsumen yang nantinya akan membentuk sebuah brand. Sehingga jangan malu untuk apa yang kita hasilkan. Brand pertama yang dipegang oleh Anggiat adalah adalah Air Asia. Di Air Asia Anggiat sebagai Brand Manager sekitar 6.5 tahun. Dimana menjadi seorang creative di perusahaan/brand besar tidaklah mudah. Kita harus memiliki wawasan yang luas. Misal kita mengkitu politik, sastra, ekonomi, dsb. Dimana pola pikirnya dibalik, supaya orang-orang tidak menangkap logikanya. Yang mana nantinya kita juga bisa tahu klien briefnya itu bagaimana dan bisa menjawab problem dari klien briefnya itu. Melihat kompetitornya, saat kita bisa melihat kompetitornya, kita nantinya juga bisa menciptakan peluang untuk bersaing.
Proses-proses creative pada brand-brand yang besar diantaranya yaitu sebagai berikut :
1.      Mencari data/riset, supaya kita tahu yang menjadi costumer kita kayak gimana, behaviornya, daya belinya kayak gimana yang nantinya akan dibuat strategi dan brand message maupun brand imagenya.
2.      Proses creative. Dimana berhubungan dengan brand communicationnya, orang sukanya apa terus nantinya komunikasinya gimana. Tone and manernya juga harus diperhatikan.
Brand harus fleksibel yang artinya tidak menjangkau semua market. Brand harus tahu tempatnya. Kata-kata dari Anggiat yang saya suka yaitu “Don’t be a brand. Be a friend”. Ketika brand menjadi teman kita, maka persuasifnya akan lebih dapat dipercaya. Jika barand sudah dipercaya oleh konsumennya, maka konsumen tersebut akan mengiklankan kepada orang lain untuk menggunakan brand yang mereka pakai. Brand juga harus bisa among be there, dimana orang-orang bisa mengerti mengenai brand tersebut, menguatkan kepercayaan konsumen, mengikuti dan loyal terhadap brand tersebut. Brand juga harus dinamis yang tahu kapan ngomog keras, kapan ngomong tegas, kapan ngomng untuk orang tua, anak muda, dsb. Dimana auto communicationnya harus digunakan, supaya brand tidak salah sasaran.
Dalam Live Instagram tersebut, Anggiat juga membagikan mengenai cara-cara memanagement krisis pada suatu brand. Contohnya saat Air Asia memiliki masalah yaitu accident pesawat Air Asia, iklannya berubah 360 derajat. Yang awalnya iklan Air Asia diperbanyak mengenai penjualan tiketnya yang low cost berubah menjadi recover campaign utuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Salah satu recoer campaign Air Asia yaitu membuat hastag #TogetherWeStand di berbagai media sosial. Lalu logo Air Asia berubah menjadi abu-abu karena sedang berduka. Untuk mengubah logo Air Asia menjadi merah lagi itu membutuhkan proses yang mana simpati dan empatinya di keluarkan. Solusi untuk mengembalikan logo Air Asia menjadi merah lagi dengan cara logo Air Asia yang abu-abu tersebut diubah menjadi pixel-pixel, lalu hasag #TogetherWeStand di under guide untuk dijadikan hastag tersebut menjadi satu pixel logo Air Asia yang abu-abu menjadi merah lagi.
Point-pont yang dapat diambil dari Air Asia ketika bermasah yaitu ketika Do’a dari masyarakat/costumer yang selalu menyemangati untuk Air Asia dan sesuatu yang positif dari masyarakat/costumer itu di ambil untuk dikomunikasikan lagi kepada masyarakat. Supaya costumer percaya kapada Air Asia karena sesuatu yang positif tersebut berasal dari masyarakat.
Tips-tips yang simple dan dapat dilakukan untuk membangun enggagment untuk menjangkau target audience dari Anggiat yaitu
1.      Mempunyai strategic thinking. Ketika kita memiliki produk tentukan objectivenya, mau dibawa kemana brandnya dan tentukan target audiencenya suapa costumer juga bisa menyesuaikan daya belinya. Dengan kata lain frekuensinya disamakan terlebih dahulu.
2.      Bisnis model. Bisnis kita mau online only, ffline only, oatau online offline. Tetapi kalau dua-duannya belum tentu kata Anggiat. Contohnya Go-kitchen menciptakan rand yang hanya tersedia secara online dan tidak ada offline storenya. Go-kitchen ini menciptakan brand dengan melihat siapa saja orang-orang yang membeli makana dan minuman secara online. Lalu mereka mendirikan Go-kitchen.
Jika kita memiliki passion, skill, marketing kita bisa memiliki nilai dan peluang untuk membangun sebuah brand. Simpel solution membangun brand yaitu : passion, berpikir strategic, perluas wawasan atau membangun link.




Komentar

Postingan Populer